Internalisasi Karakter Pancawaluya, SMAN 1 Cibungbulang Gelar Aksi Ekologi

Suasana di SMAN 1 Cibungbulang tampak berbeda pada Rabu pagi, 11 Februari 2026. Sejak bel masuk berbunyi, ribuan murid tidak menuju ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar konvensional, melainkan bersiap dengan perlengkapan kebersihan. Seluruh murid secara serentak melaksanakan Aksi Ekologi besar-besaran sebagai langkah nyata mencintai bumi.
Kegiatan ini dilaksanakan bukan tanpa dasar. Pihak sekolah bergerak cepat menindaklanjuti Nota Dinas dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayah Jawa Barat untuk melakukan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah provinsi dalam membangun kesadaran ekologis di lingkungan pendidikan.
Aksi ekologi ini merupakan Internalisasi Nilai Karakter Pancawaluya, sebuah filosofi pendidikan karakter khas Jawa Barat. Melalui aksi pungut sampah, penataan taman, dan pembersihan drainase, murid diajak mengamalkan nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan terutama Singer. Nilai Singer (mawas diri, cekatan, dan responsif) menjadi fokus utama, di mana murid dituntut peka terhadap kondisi lingkungan yang tidak sehat di sekitar mereka.
Mengusung semangat "Lembur Diurus, Kota Ditata", aksi ini tidak hanya berhenti di dalam pagar sekolah. Secara terorganisir, kelompok-kelompok siswa menyebar keluar gerbang untuk menyasar lingkungan masyarakat sekitar dalam radius 100 meter. Mereka membersihkan jalanan, mengangkat sampah dari selokan warga, hingga merapikan area publik yang bersinggungan langsung dengan sekolah.
Kepala SMAN 1 Cibungbulang Bapak Dede Heriyanto, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa keterlibatan murid dalam membersihkan lingkungan masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial. "Melalui aksi ini, murid diajak mempraktikkan langsung nilai Pancawaluya. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter Bageur dan Bener dalam menjaga keserasian alam dan hubungan dengan masyarakat,". Melalui prinsip 'Lembur Diurus, Kota Ditata', kami menanamkan bahwa kepedulian harus dimulai dari titik terdekat, yakni sekolah dan lingkungan tetangga kita. Jika 'lembur' atau lingkungan terkecil kita urus dengan baik, maka tatanan kota dan provinsi yang lebih besar akan ikut tertata,".
Warga sekitar SMAN 1 Cibungbulang menyambut hangat inisiatif ini. Kehadiran para pelajar yang turun langsung ke jalan memberikan dampak positif yang instan bagi kebersihan lingkungan pemukiman. Selain mengurangi tumpukan sampah, aksi ini menjadi sarana edukasi visual bagi warga sekitar tentang pentingnya manajemen sampah yang baik.
Aksi Ekologi SMAN 1 Cibungbulang pada 11 Februari ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan landasan Nota Dinas Disdik Jabar dan karakter Pancawaluya, sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka di atas kertas, tetapi soal aksi nyata bagi kelestarian alam dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.



















