SMAN 1 Cibungbulang Gelar Paturay Tineung Angkatan XXII: Lestarikan Budaya Sunda dan Angkat Seni Lokal Cibatokan
CIBUNGBULANG – Nuansa tradisi Sunda yang kental menyelimuti lapangan SMAN 1 Cibungbulang pada Rabu, 20 Mei 2026. Sekolah ini menggelar acara perpisahan kelas XII Angkatan ke-XXII Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tema “Paturay Tineung”. Konsep tradisional sengaja diusung untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal kepada para lulusan.
Halaman sekolah disulap dengan dekorasi estetis yang memanfaatkan ornamen bambu, angklung, calung, serta bentangan kain batik. Kesan sakral semakin terasa dengan penampilan pakaian adat yang dikenakan oleh seluruh keluarga besar sekolah. Guru laki-laki tampak gagah dengan pakaian Pangsi, sementara guru perempuan tampil anggun dalam balutan kebaya. Senada dengan guru, para murid laki-laki mengenakan batik, sedangkan murid perempuan mengenakan setelan kebaya yang menawan.
Salah satu daya tarik utama dalam acara ini adalah diperkenalkannya seni karawitan khas lokal, yaitu Cibatokan. Berbeda dengan seni degung pada umumnya, Cibatokan merupakan kearifan lokal asli daerah Cibatok yang memiliki keunikan ritme dan instrumen tersendiri. Penampilan ini menjadi momen berharga untuk memperkenalkan warisan budaya setempat kepada seluruh hadirin.
Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas XII, dewan guru, dan staf sekolah. Turut hadir pula orang tua murid berprestasi yang putra-putrinya meraih nilai tertinggi maupun yang telah dinyatakan lolos ke perguruan tinggi melalui jalur undangan seleksi rapor.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Cibungbulang, Bapak Dede Heriyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Angkatan XXII. “Meski dilaksanakan dengan sederhana dengan memaksimalkan sarana sekolah, esensi perpisahan ini tetap dalam. Kami melepas kalian untuk terbang tinggi membawa nama baik sekolah,” pesannya. Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas Sekolah, Bapak Dr. H. Agus Sarifudin, MM, serta Ketua Komite, Bapak Aris Harun, yang memberikan motivasi bagi para alumni.
Momen haru sekaligus membanggakan terjadi saat pengumuman prestasi siswa. Sekolah secara resmi mengumumkan nama-nama peraih nilai tertinggi di tingkat kelas dan angkatan. Selain itu, apresiasi khusus diberikan kepada para murid yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur seleksi nilai rapor serta Politeknik Negeri lainnya.
Acara Paturay Tineung ini membuktikan bahwa keterbatasan sarana bukan penghalang untuk menciptakan perayaan yang khidmat, edukatif, dan penuh makna dengan tetap berpijak pada akar budaya Sunda.
Sebagai penutup , berikut adalah rangkaian kata-kata penyemangat (quotes) :
    1. Tentang Akar Budaya: “Siga awi, sing ajeg nangtung tapi tetep merendah. Sanajan luhur elmu, ulah poho ka purwadaksi.” (Seperti bambu, tegak berdiri namun tetap merendah. Setinggi apa pun ilmumu, jangan lupa pada asal-usulmu).
    2. Tentang Masa Depan: “Hari ini kalian melepas seragam putih abu-abu, tapi jangan pernah melepas semangat untuk belajar. Dunia luar adalah laboratorium yang sesungguhnya. Jadilah petarung yang tangguh namun tetap memiliki hati yang lembut.”
    3. Tentang Keberanian: “Kelulusan ini bukanlah garis finish, melainkan garis start. Jangan takut pada kegagalan, karena kegagalan hanyalah cara semesta memberi tahu bahwa kalian perlu mencoba cara yang berbeda.”
    4. Tentang Prestasi: “Nilai di atas kertas memang penting, namun nilai kemanusiaan dan integritaslah yang akan membawa kalian jauh melampaui mimpi-mimpi yang kalian tuliskan hari ini.”

Selamat berjuang, Angkatan XXII SMAN 1 Cibungbulang! Jaga nama baik almamater, pupuk terus kearifan lokal, dan taklukkan dunia dengan caramu sendiri.